Kamis, 25 Oktober 2012

Maraknya Tawuran di Kalangan Pelajar

Tawuran merupakan sudah menjadi masalah yang lama bagi dunia pendidikan di Indonesia. sejak dulu para pelajar sering sekali melakukan tawuran, terutama pelajar SMA. Tetapi makin kesini tawuran pun semakin berkembang hingga mencapai tingkat SD. Bisa kalian bayangkan jika anak berseragam SD sudah melakukan aksi-aksi ini dengan penuh niat melukai atau bahkan membunuh lawannya. Yah itulah yang terjadi di Indonesia sekarang.

Saya mencoba mencari alur, kenapa sih harus melakukan tawuran dan saya pun mendapatkan penyebabnya itu. Penyebab utama menurut saya adalah bimbingan dari orang tua sang anak. bagi para orangtua sudah seharusnya selalu memperhatikan perkembangan anaknya. Dan selalu melakukan komunikasi dengan sang anak dengan cara menanyakan kegiatan apa saja yang sudah mereka lakukan seharian ini, dengan begini orangtua pun dapat mengontrol si anak, tetapi tidak mengekangnya. Yang kedua adalah Lingkungan sekitar. masalah ini memang sangat berdampak bagi para pelajar sehingga melakukan tawuran. Yang ketiga adalah Teman sepermainan / senior. ini terjadi kepada pelajar-pelajar yang sebenarnya dia baik, tapi karena dia salah memilih teman atau dipaksa senior sehingga menyebabkan dia pun ikut-ikutan tawuran. Yang keempat adalah takut dikeroyok. menurut saya masalah ini memang wajar akan menimbulkan tawuran. Karena jika seorang pelajar sendirian dalam jalan pulang dan tiba-tiba dihadang sekumpulan musuh dari lain sekolah maka bisa dikatakan dia tidak akan selamat. makanya hal ini menyebabkan pelajar-pelajar sekolah setelah pulang selalu berjalan bergerombol-gerombol karena untuk mendapatkan rasa aman bagi tiap-tiap pelajar.

Sekarang kita coba ambil solusi-solusi mengurangi tawuran dari penyebab-penyebab di atas. Yang pertama adalah menciptakan undang-undang yang tegas bagi pelajar yang melakukan tawuran. Karena ini sudah berkaitan dengan pembunuhan dan kriminalitas. Yang kedua adalah memperdalam iman para pelajar dengan menambah pelajaran agama di sekolah-sekolah. Yang ketiga adalah banyak melakukan acara-acara yang dapat memotivasi mereka seperti lomba-lomba dan seminar. sehingga akan merubah cara pandang mereka untuk bersaing dalam hal prestasi bukan dengan tawuran. Dan keempat bagi para orangtua selalu memperhatikan perkembangan anaknya. Semoga solusi-solusi di atas dapat mengurangi tawuran yang sedang banyak dilakukan sekarang-sekarang ini.


Dave Simanjuntak
21210703/3EB10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

dilarang berkomentar bebau SARA, Terimakasih.